Hola readers! Ada yang pernah ke Yogya, kan? Pernah dengar nama Desa Sukunan? Desa ini terletak di Provinsi DIY. Tahun lalu, aku berkesempatan mengunjungi langsung desa ini dalam acara Penyegaran Duta Sanitasi Tahun 2008-2013. Tapi sepertinya memori di otakku udah agak adem.. Jadi info di posting kali ini ditambah-tambah dari sumber lain ya. Ni sumbernya: https://gudeg.net/id/directory/15/1815/Desa-Wisata-Lingkungan-Sukunan.html#.VfrrtZe7200. Oke, lanjut!
Desa Sukunan telah merintis untuk
menjadi sebuah desa wisata berbasis lingkungan atau disebut ecotourism sejak
tahun 2003. Tingginya kesadaran masyarakat Desa Sukunan akan kepedulian
terhadap kebersihan lingkungan serta usaha mereka untuk mengubah nilai sampah
yang menganggu lingkunagn akhirnya tidak sia-sia. Pasalnya pada 19 Januari 2009
Desa Sukunan resmi menjadi kampung wisata Lingkungan.
Sukunan pantas menjadi sebuah kampung
wisata berbasis lingkungan karena masyarakat Sukunan telah menjalankan proses
pengolahan sampah secara mandiri baik di tingkat rumah tangga hingga di tingkat
kelompok. Kegiatan ini pun menghasilkan berbagai produk olahan sampah yang
memiliki nilai lebih seperti aneka produk kerajinan dari sampah plastik,
kerajinan dari kain perca serta pupuk kompos dari sampah organik.
Para peserta penyegaran diajak berkeliling di desa ini. Berikut adalah dokumentasi saat kunjungan ke Desa Sukunan:
 |
| Membuat arang |
 |
| Memproduksi keranjang takakura, keranjang untuk membuat pupuk kompos |
 |
| Tempat pemilahan sampah: daun kering, plastik, sampah dapur, dan lainnya |
 |
| Ibu ini sedang mengajarkan cara menghias kaleng dengan kertas koran. Dari benda ini, kita dapat memproduksi vas, tempat pensil, pajangan, dan lainnya. | |
|
 |
| Membuat biogas dari kotoran sapi |
Usai dari keliling kota, eh, desa.. Para peserta yang dibagi menjadi beberapa kelompok lalu diberi kesempatan untuk memberi nama kelompoknya dengan nama suku yang ada di Indonesia. Kelompokku memilih suku Minangkabau. Setelah itu, tiap kelompok diberi waktu 10 menit untuk menuliskan apa yang sudah mereka dapat selama kunjungan. Kemudian, hasil yang tertulis dipresentasikan di depan warga Desa Sukunan.
 |
| Kelompok Minang-Kabau dan karyanya :D |
Apa yang didokumentasikan itu hanya sebagian kecil dari keseluruhan Desa Sukunan. Buat kamu yang suka belanja, di desa ini ada beberapa tempat belanja yang menyediakan tas, baju, sandal, pajangan, dompet, gantungan kunci yang tentunya dari bahan daur ulang. Buat kamu yang suka motret, pemandangan di desa ini bagus, ditambah lagi banyak objek baru yang kamu lihat. Jadi, selain menyenangkan, kunjungan ke Desa Sukunan juga memberikan banyak ilmu terutama di bidang sanitasi. So, kalau ke Yogya sempatkan mampir ke desa ini ya :D
0 komentar:
Posting Komentar