![]() |
| Selempang Duta Sanitasi Provinsi Tahun 2012 |
Pertanyaan itu sering dilontarkan teman-temanku kalau melihat selempang ini di kamar. Sebenarnya sedih juga, Duta Sanitasi kalah fenom dibandingkan dengan OSN, FLS2N, dan even-even nasional lainnya. Padahal acara pemilihan duta sanitasi sudah diadakan sejak tahun 2008. Jadi, Duta Sanitasi dipilih dari acara Jambore Sanitasi. Gak cuma pramuka yang punya jambore, sanitasi juga. Apa tuh Jambore Sanitasi?
Jambore Sanitasi adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh
Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, untuk
menyiapkan Duta atau penyuluh sanitasi muda yang akan berperan aktif
dalam pembangunan masyarakat peduli sanitasi secara berkelanjutan.
Gerakan peduli sanitasi dimulai dengan pemilihan duta sanitasi di setiap
provinsi di Indonesia. Pemilihan duta sanitasi menjadi kebanggaan bagi
anak-anak Indonesia karena selain mendapat pengetahuan yang lebih luas
tentang bidang sanitasi (air limbah, sampah, drainase) juga dapat
mengunjungi Istana Negara atau Istana Wakil Presiden, berinteraksi
dengan Ibu Negara untuk mendapatkan pesan-pesan langsung mengenai
sanitasi. (http://ciptakarya.pu.go.id/dutasanitasi/about.php)
Nah, jadi Duta Sanitasi dipilih melalui kegiatan Jambore Sanitasi. Dalam kegiatan ini ada 2 lomba, yaitu lomba karya tulis ilmiah dan lomba poster. Aku terpilih dari bagian poster. Ini poster yang aku buat saat lomba sanitasi 3 tahun yang lalu.
Mungkin di mata kalian poster ini biasa aja, jelek malah. Kok bisa menang? Entahlah, tanyalah sama jurinya. Tapi yang jelas, ini bukan cuma lomba tentang keindahan poster. Pesan yang terkandung dalam poster ini yang paling penting. Untuk itu, para peserta lomba poster nggak cuma menggambar namun juga dituntut untuk dapat mempresentasikan posternya.
Poster yang aku buat berjudul "Water Says". Di poster ini, aku menggambarkan kondisi air yang minta disimpan (Save Us), minta dijaga agar tidak kotor (Don't make us dirty), dan minta dialirkan (Make us flow).
Pada bagian "Save Us", aku menggambarkan air seolah berteriak pada kita agar kita menyimpannya. Menyimpan air bukan berarti kita harus menampung air di tong-tong besar lalu menutupnya dan membiarkannya berbulan-bulan. Bukan. Menyimpan air maksudnya kita tidak membuat air ini terpakai percuma. Dalam kehidupan nyata, kita dapat menerapkannya dengan tidak membiarkan air keran hidup saat tidak terpakai, mandi dengan air secukupnya, menyiram bunga secukupnya, dan menabung air hujan. Gimana cara nabung air hujan? Di perkotaan, sudah ada yg namanya "sumur resapan". Itu termasuk salah satu cara menabung air hujan. Bisa juga dengan membuat talang air di pinggir atap rumah, lalu mengalirkan airnya ke dalam tanah.
Lalu di bagian "Don't make us dirty", bisa kita lihat di gambar itu ada polutan-polutan yang membuat air kotor. Jadi tugas kita adalah menjaga si air agar tidak kotor dengan cara tidak membuang sampah ke sungai, tidak mengalirkan limbah ke badan air, dan sebagainya.
Kemudian di bagian "Make Us Flow", air 'meminta' kepada kita agar dia dialirkan. Jadi sama seperti penjelasan sebelumnya, kita diharuskan untuk tidak membuang sampah ke sungai, selokan, dan saluran drainase lain agar saluran-saluran tersebut tidak terhambat sehingga air dapat mengalir lancar. Kalau air tidak bisa mengalir karena banyaknya tumpukan sampah, tentu kita tahu sendiri akibatnya. Banjir melanda, penyakit pun mendera.
Mungkin sekian dulu penjelasan posting kali ini. Semoga bermanfaat ;)

0 komentar:
Posting Komentar